JNI Cari Cara Upaya Hukum Bagi Perlindungan Konsumen PDAM Pesawaran

PESAWARAN - Jurnalis Nasional Indonesia (JNI) menyoroti perusahaan daerah air minum yang ada di kabupaten Pesawaran, yang merupakan investasi jangka panjang yang diharapkan untuk mendapatkan manfaat ekonomis dan manfaat sosial, pemerintah daerah kabupaten Pesawaran menanamkan investasi permanen pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) ini, Kamis(19/8/2021).

Sangat disayangkan karena pengelolaan air dari sumber air belum maksimal untuk para pelanggannya atau konsumen, hal ini dapat dilihat dari video pemeliharaan saluran penjernihan air yang kurang baik.

Memang ada sumber air yang langsung layak diminum, tapi untuk sekarang sudah sangat sedikit keberadaannya.

Kondisi yang seperti digambarkan dalam vidoe sangat rawan,  dimana air sumber air langsung disalurkan ke konsumen, karena sumber air dari sungai yang terbuka, tidak dijamin selalu bersih baik oleh kegiatan manusia maupun alam.

Seharusnya air tersebut diuji laboratorium dahulu, sehingga tau pengolahan yang harus dilakukan.

Minimal pemberian kaporit, mengingat sumber air dari sungai rawan mikroorganisme, ditambah lagi air akan melewati pipa distribusi, yang kemungkinan besar banyak mikroorganisme.

Melihat kondisi seperti ini sangat tidak layak dan diduga akan merugikan konsumen.

Untuk melihat aturannya lengkapnya dalam PP 82 tahun 2001 tetang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air,  yang menyebutkan bahwa air merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki fungsi sangat penting bagi kehidupan dan perikehidupan manusia, serta untuk memajukan kesejahteraan umum, sehingga merupakan modal dasar dan faktor utamapembangunan.

Kalau dari sungai biasanya pada musim hujan sungai cendrung keruh, disini perlu penjernihan dengan bahan kimia tawas, kemudian diendapkan, tapi kalau seperti tampak dalam video tidak mungkin dilakukan, karena apapun bentuk airnya langsung dialirkan.

Apalagi kalau pipa distribusi banyak yang bocor dan pasti banyak yang bocor, makin banyak binatang masuk ke dalam pipa distribusi, bisa dibayangkan, bentuk air yang diterima konsumen.

Seharusnya pihak PDAM secara berkala  mengadakan uji kualitas air ditingkat konsumen.

Sebagaimana diatur pada pasal 4 UU Perlindungan Konsumen Nomor 8 tahun 1999, konsumen memiliki hak antara lain kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi produk maupun jasa serta memilihnya sesuai dengan nilai tukar dan kondisi sesuai perjanjian.

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pesawaran merupakan suatu perusahaan yang  bergerak di bidang jasa penyedia layanan air  bersih bagi masyarakat kabupaten Pesawaran.

PDAM sebagai perusahaan daerah diberi  tanggung jawab untuk mengembangkan dan  mengelola sistem penyediaan air bersih serta  melayani semua kelompok konsumen dengan  harga yang terjangkau. 

Kualitas pelayanan  yang diberikan produsen kepada konsumen  menentukan loyalitas konsumen maupun  kepuasan konsumen terhadap perusahaan. 

Kualitas pelayanan menjadi suatu yang wajib  dilakukan perusahaan agar mampu bertahan dan tetap mendapat kepercayaan konsumen.

Perjanjian Jual beli Air Minum  menimbulkan hak dan kewajiban yang harus  diperhatikan dan dilaksanakan oleh kedua  belah pihak baik PDAM sebagai penyedia dan  penyalur air minum maupun konsumen  sebagai pelanggan, yang mempunyai hak  untuk mendapat penyaluran air minum yang  baik sesuai dengan perjanjian yang disepakati. 

Sering terjadi berbagai  masalah mengenai penyediaan dan penyaluran  air minum di Kabupaten Pesawaran yang mengakibatkan beberapa kerugian bagi konsumennya, antara  lain meliputi masalah kemacetan air yang  sampai berbulan-bulan dan tidak ada  informasi sama sekali kepada pelanggan tentang kapan hal ini berakhir. 

Ironisnya sering pula terjadi kran air  dialirkan yang keluar bukan air tetapi angin  yang membuat perputaran meteran (water  meter) jalan kencang sehingga tagihannya  bertambah, beda halnya jika mati sama sekali  maka meteran tersebut secara otomatis mati. 

Belum lagi dengan distribusi air yang tidak  lancar, jika pagi hari debit air kecil tetapi  waktu malam kencang atau justru tidak mengalir sama sekali, sehingga mengakibatkan naik turunnya water meter karena pergerakan water meter diukur dari  besar kecilnya sesuai debit air yang  dikeluarkan. 

Jurnalis Nasional Indonesia, melihat hal ini untuk mencari cara upaya hukum yang dapat ditempuh oleh konsumen ditinjau dari Dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun  1999 Tentang Perlindungan Konsumen.

Sebagai makhluk sosial maka sadar atau  tidak sadar manusia selalu melakukan  perbuatan hukum (rechtshandeling) dan  hubungan hukum (rechtsbetrekkingen).

Suatu hubungan hukum akan memberikan hak  dan kewajiban yang telah ditentukan oleh  peraturan perundang-undangan, sehingga  apabila dilanggar akan mengakibatkan pihak pelanggar dapat dituntut di pengadilan.

Tiap  hubungan hukum tentu menimbulkan hak dan kewajiban, selain itu masing-masing anggota masyarakat tentu mempunyai hubungan  kepentingan yang berbeda-beda dan saling  berhadapan atau berlawanan, untuk  mengurangi ketegangan dan konflik maka tampil hukum yang mengatur dan melindungi kepentingan tersebut yang dinamakan  perlindungan hukum. 

Perlindungan hukum  adalah suatu perlindungan yang diberikan  terhadap subyek hukum dalam bentuk perangkat hukum baik yang bersifat preventif  maupun yang bersifat represif, baik yang  tertulis maupun tidak tertulis.(Agung)

Pesawaran Lampung
Agung Sugenta Inyuta

Agung Sugenta Inyuta

Previous Article

Pengawasan Dana Desa Mewujudkan Pembangunan...

Next Article

Uji Coba Panen Raya Padi Menggunakan Combine...

Related Posts

Jurnalis

Profle

Agung Sugenta Inyuta verified

Follow Us

Recommended Posts

Pimpinan Pusat LP2KP Teruskan Laporan Gedung C Pesawaran ke Kejakasaan Agung
Gubernur Lampung Minta Tetap Waspadai  Varian Omicron  di Tahun 2022
Gedung Kantor Sekda Pesawaran Dilaporkan LP2KP Ke Kejaksaan Negeri  Pesawaran
Polres Pesawaran Gelar Kegiatan Polisi Sahabat Anak
Bendungan Way Sekampung Resmi Selesai Presiden Berharap Bermanfaat Buat Masyarakat